Sabtu, 27 Mei 2017

Pasar Ramadan Siring Marabahan Berpotensi Dijadikan Objek Wisata Kuliner dan Wadai Tradisional

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah. Kalimat ini setidaknya dapat dibuktikan dengan bermunculannya aneka jenis wadai (kue) tradisional khas Banjar di bulan Ramadan.

Wadai-wadai yang rasanya nikmat dan disukai semua kalangan itu di antaranya seperti wadai sari muka, amparan tatak, kararaban, bingka kentang, bingka barandam, wadai lapis, apam pisang sagu, putri salat, kakicak, papari, kakoleh, lupis, poto mayang, dan lain-lain.
Entah apa sebabnya, wadai-wadai yang rasanya enak dan lezat ini sangat jarang dijumpai selain di bulan Ramadan.
Image result for pasar wadai marabahan
Bupati Barito Kuala (Batola) H Hasanuddin Murad saat membuka Pasar Wadai Ramadan 1437 Hijriyah di siring Jalan Tugu depan Kediaman Bupati, Senin (6/6/2016) sore, menyatakan sangat menyambut baik diadakannya Pasar Ramadan karena memiliki potensi cukup bagus dijadikan salah satu objek wisata, khususnya kuliner dan wadai tradisional.
Karena itulah, mantan anggota DPR RI itu berharap, pihak terkait agar mengelola potensi ini dengan baik.
Sementara para pedagang diminta memperhatikan jualan supaya lebih variatif dengan menggali resep-resep tradisional yang benar-benar merupakan khas daerah sehingga dapat menarik minat para pengunjung maupun wisatawan untuk datang mencicipi dan berbelanja.
Mengingat pasar Ramadan ini terfokus pada penyediaan makanan dan minuman untuk berbuka puasa, maka mantan Dosen Fakultas Hukum Unlam itu mengimbau beberapa hal kepada para pedagang, di antaranya memperhatikan kualitas bahan-bahan yang digunakan, termasuk memperhatikan daya tahan dan masa kadaluarsa.
Dalam membuat makanan, diimbau agar menghindari penggunaan campuran yang mengandung zat kimia seperti zat pengawet, pewarna atau pemanis buatan.
Jika terpaksa harus digunakan hendaknya memperhatikan takaran agar benar-benar sesuai ketentuan.
Seluruh masyarakat juga diminta agar senantiasa menjaga kebersihan dan keindahan serta turut memelihara ketertiban dan keamanan demi kenyamanan dan ketenangan bersama.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporbudpar) Batola, H Mahali SH, mengatakan Pasar Wadai Ramadan diadakan bertujuan selain untuk mempromosikan objek wisata lokal serta media syiar Islam sekaligus dalam upaya untuk memberdayakan ekonomi masyarakat.
Mantan Sekretaris Dinas PU itu menerangkan, Pasar Wadai Ramadan 1437 Hijriyah di Marabahan ini terdapat 75 stand jualan masing-masing 25 untuk pedagang makanan, 25 untuk pedagang minuman, dan 25 untuk makanan siap saji, pedagang kurma, dan lain-lain.
Pembukaan Pasar Ramadan ini ditandai pengguntingan untaian melati oleh Ketua TP-PKK Batola Hj Noormiliyani AS Hasanuddin Murad disaksikan Bupati H Hasanuddin Murad, Wakil Bupati H Ma’mun Kaderi beserta isteri Hj Fauliah, Sekda Supriyono beserta isteri Hj Sri Wahyuningsih, para forkopinda, pimpinan BUMN, para kepala dinas, badan, kantor, dan undangan lainnya.
Usai pembukaan dilanjutkan dengan meninjau stand-stand jualan aneka masakan dan kue tradisional. (HUMPRO BATOLA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Kampung Inggris di Barito Kuala Kalsel

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Jauh di luar pulau Jawa, terdapat sebuah kampung transmigrasi bernama Desa Karang Indah. Terletak di Kecamatan Ma...